17 April 2010

Hati-Hati Kalau Bicara!

Assalamu'alaikum......

Anak adalah karunia sekaligus titipan Allah SWT yang melengkapi kebahagiaan setiap manusia yang menikah. Ada yang begitu menikah cuma dalam hitungan bulan sudah bisa mendapatkan anak, ada yang harus menunggu selama bertahun-tahun dan berusaha menempuh berbagai cara untuk bisa mendapatkan anak tapi ada juga yang memang digariskan oleh Allah SWT untuk tidak mempunyai anak.

Semoga untuk pasutri yang masih berjuang untuk mendapatkan anak atau yang memang tidak bisa mempunyai anak senantiasa diberi ketabahan dan kesabaran yakinlah bahwa Allah mempunya rencana yang terbaik untuk kehidupan kita.

Seperti halnya ummi, sampai akhirnya Allah meghadirkan Zalfa dalam kehidupan ummi, butuh proses yang panjang dimana ketabahan dan kesabaran ummi di uji, bayangkan saja ummi harus menghadapi pertanyaan2 dari sodara, tetangga dan teman2 gimana kok belum isi2???

Bahkan ada yang sangat menyakiti hati ummi, ada tetangga yang bilang gimana sih kok belum isi "gabuk" kali ya..... Mendengar itu ummi hanya bisa istigfar dan berusaha menentramkan hati sendiri, emang gampang ngomong seperti itu karena dia gak mengalami. Lagi pula siapa sih yang gak pingin cepat2 punya momongan.

Dan ada lagi (masih tetangga juga) yang waktu acara potong rambut keponakan ummi (anak adik ummi) sengaja ngomong keras2 sudah isi belum? gimana sih masak kalah sama adiknya! Duh...duh....Muka ini rasanya seperti di tampar, hati ini rasanya seperti diiris2 karena dipermalukan didepan orang banyak. Ingin sekali saat itu ummi teriak di dekat telinga ibu itu " Siapa sih yang gak pingin punya anak tapi kalau Allah belum kasih emang nya salah saya" Sekali lagi ummi cuma bisa istigfar sambil menahan emosi.

Kenapa ya orang kok bisa asal ngomong seperti itu, coba kalau mereka, anak atau cucu mereka yang di posisi ummi apa yang bakal mereka lakukan. Walaupun sering merasa sakit hati karena omongan orang tapi ummi punya keyakinan suatu saat nanti kalau sudah waktunya Allah pasti akan menghadirkan seorang anak untuk ummi. Dan sekarang sudah terbukti kan???

Temans....lalu apa yang terjadi dengan ibu2 yang entah mereka sengaja atau tidak telah menyakiti hati ummi. tapi yang jelas saat ini mereka sedang di uji karena asal bicara tanpa memikirkan perasaan orang lain. Bukannya ummi senang diatas penderitaan orang lain dan ummi juga gak mendoakan yang jelek2 untuk mereka tapi ummi mencoba mengambil hikmah dari peristiwa itu.

Untuk ibu yang mengatakan "gabuk" salah seorang anak nya yang sudah menikah kurang lebih 3 tahun sampai sekarang belum dikaruniai anak. Dan cucu nya yang menikah sekitar 1 tahun yang lalu juga belum dikaruniai anak. Untuk anak dan cucu ibu itu ummi merasa kasihan karena mereka terkena imbas dari perbuatan orang tuanya. Dan ummi tetap mendoaka semoga mereka segera diberi momongan karena ummi juga pernah merasakan hal yang sama.

Untuk ibu yang satu lagi entah pelajaran apa yang didapat olehnya secara ibu itu tetangga jauh.

So temans hati-hatilah dalam berbicara seperti kata pepatah Mulutmu adalah Harimau mu. Jangan sampai karena kita gak menjaga mulut kita lalu tanpa kita sadar kita sudah menyakiti orang lain, berhati-hatilah karena Allah SWT akan mengabulkan doa orang2 teraniya.

Semoga kita dijauhkan dari hal2 buruk yang akan merugikan diri kita sendiri. Mari kita jalin silaturahmi dengan siapa pun tanpa memandang harta, derajat dan pangkat karena disisi Allah SWT kita adalah sama.

13 komentar:


Lidya mengatakan...

manusia memang serba salah ya. belum nikah ditanya kapan nikah, udah nikah kapan punya anak. Padahal smua tidak terlepas dari kuasa Allah.
Mulut mu adalah harimau mu, bener umi kalau bicara harus di jaga takut nanti berbalik ke diri sendiri ya.
Semoga umi me maaf kan smua ucapan orang2 yang telah menyakiti hati ya


zee mengatakan...

Ummi,
Saya percaya orang bisa kena karma.
Sebenarya ummi memang tidak bermaksud menyukuri mereka, tp rasa sakit hati yang dirasa ketika mereka mengatakan itu, mungkin itulah yg membawa karma ke mereka.

Sama halnya spt saya, waktu mo merid, ibu camer blg di depan saya & ortu (saat itu memang hub saya & suami tdk disetujui kedua belah pihak,jd pas ketemu utk bicara pernikahan tetep blm ikhlas), katanya "Iyalah, umurnya memang udah telat pula kan untuk menikah,". Wkt itu aq 31 (3thn lalu).
Dan ternyata, sampai sekarang, kedua anak perempuannya kembar(thn ini umurnya dah 33thn) blm merit-2 juga. Saya jadi teringat perkataan beliau itu di rumah saya. Tidak mau menyukuri lah ummi, krn menyukuri orang kan dosa, tp memang sih kata2nya itu menyakitkan hati saya dan mami saya. Saya sudah maafkan beliau kok, krn belakangan hub kami jadi cukup akur. Mudah2an lah kedua adik ipar saya itu bisa cepat berkeluarga ya...


zee mengatakan...

Eh salah ding ummi, itu kejadian 4 thn lalu, berarti sekarang aku 35 (hueee... so mature ya hehee..) dan anaknya itu 34, blm merid juga....


Motik mengatakan...

Ummi emang bener ya kita bakal dikelilingin sama never ending question deh.
Aku jg dulu smpt sakit hati sm slh satu sodara suami yg gak bosen nanyain udh hamil ato belom smp dibilang nggak oengen punya anak ya kok gak hamil2.pdhl aku cm kosong 6bln, gmn yg blm hamil smp berahun2 ya.. Salut buat mrk yg udh kebal sm pertanyaan ini.
Oiya 1 lg.bekas tmn kantorku prnh ngomongin aku ke org2 kantor katanya aku gak suburlah udh 3bln nikah blm hamil juga,dibanding dia yg begitu nikah bulan dpnnya lgsg hamil. Yg bikin skt hati,dia ngomongin itu ke org2 kantor, gak pentig banget kan.
Suatu saat dia mau pny anak ke2 dan lepas iud,dgn yakinnya bulan depannya lgsg hamil dan ngajak aku balapan siapa yg duluan hamil. Eh gak disangka bulan depannya malah aku yg hamil dan dia sampe saat ini (3th lepas iud) blm hamil juga.
Udh hamilpun msh ada aja yg komentar hamilnya kecil amat,palingan anaknya keciltrs badan mungil gitu mana bisa lahiran normal. Panas dan pgn nagis rasanya aku si bumil digituin.
Ternyata alhamdulillah aku bs melahirkan normal dan BB lahir anakku 3kg. Dia yg komentarin aku ternyata lahiran cesar dan BB anaknya rendah pdhl badan ibunya besar.
Panjang ya ummi komenku hehe.. Pokokna kl ada mulut yg rese begitu biar Allah aja yg balas dgn caraNya.


dedi mengatakan...

lebih tepatnya menjaga tutur kata..


Bunda Nayla mengatakan...

Betul banget, aku juga pernah ngerasain tuh. Tapi biarlah kan ada pepatah "anjing menggonggong kafilah tetap berlalu", intinya mah cueex aja. :)


Susan Noerina (Zulfadhli's Family) mengatakan...

Setuju Mba. Namanya mulut orang kita ga bisa atur, kecuali mulut sendiri.

Segala perbuatan, baik atau buruk, sekecil apapun, pasti mendapatkan balasan.

Seperti Mba Diyah yang alhamdulillah tetap bersabar meskipun ada yang nanya2 rese gitu (walopun pasti udah pengen nyakar heheehe hayo gw bantuin), alhamdulillah Allah akhirnya memberikan amanah-Nya, yaitu Zalfa yang cantik.

So, kapan neh Zalfa dikasih adik? (Hehehehe, petanyaa orang rese berikutnya)


BunDit mengatakan...

Setuju Ummi, mulutmu adalah harimaumu. Kadang sbg manusia kita gak mikir panjang bahwa apa yang kita omongin bisa menimpa ke diri kita juga. Ya semoga kita senantiasa bisa memaafkan org2 yang pernah menyakiti kita :-)


entik mengatakan...

betul u,i, kalau ngomong emang kudu ati-ati. Kudu dipikirin efek omongan ke orang lain.

yang penting kita sabar dan ikhlas ya? aku juga sempat ngalamin "dirasani" tetangga kok belum isi juga sampai hampir 2 taon. Untungnya keluargaku ga ikut2 nanyain...


ary mengatakan...

ya sih, kadang orang suka yang gak mikir jauh tentang efek dari kalimat yang udah dilontarkan. aku dah ngerasain deh, misalnya sewaktu aku "kosong" 3 taun setelah nikah. Banyak bener orang yang berkomen negatif tanpa diminta, untung aja aku orang cukup kebal saat itu, sebodoh teuing deh orang mo bilang apa.
smoga kita bisa tetep sabar n bijak ngadepin orang2 yang sperti itu ya bu ...


Nia mengatakan...

wahh bener banget, aku juga pernah ngerasain waktu aku belum nikah. Secara aku dari lahir tinggal dilingkungan itu, jadi begitu ada tetangga yang umurnya dibawah aku nikah duluan, banyak banget yang rese bilang "yah keduluan nech...kapan nyusul nya?". Setiap lebaran atau perayaan 17-an kan semua warga ngumpul, disaat itulah mulut2 rese pada berkoar. Tiap malam kalau lagi ngga bisa tidur aku suka nangis meratapi "nasib". Tapi Alhamdulillah akhirnya aku dipertemukan dengan jodohku. Sementara tetangga yang mulutnya usil, ada yang anaknya udah kawin 6 tahun belum punya anak, ada yang anaknya udah kawin tapi akhirnya cerai. yah begitulahh....mereka pada ngga sadar kalau sebenarnya 'mati, hidup, jodoh' itu ditangan TUHAN. biar kita udah jungkir balik nyari lelaki yang mau sama kita, kalau belum jodohnya mau dikata apa??


Sofiyan mengatakan...

emang paling sebel di tanya2 kyk gitu. Sy aja yg cuma kosong 4 bulan, merasa kesel kl tiap ketemu yg di kenal di tanya uda "isi" apa blm? Makanya sp skrg sy gak pernah bertanya spt itu ke org lain. Kecuali kl org tsb yg bertanya seputar kehamilan ke sy ^^


May-Danis's Mom mengatakan...

Setuju Ummi,
Paling sebel juga kalau ketemu dgn orang-2 seperti itu. Asal ngomong aja tanpa peduli gmn dgn perasaan orang lain.

Orang-2 spt itu biasanya sih karena sirik atau juga gak ada lagi bahan obrolan kali ya, hahaha.

Klo aku pribadi sih kuncinya adl. BERSABAR bila ketemu dgn orang spt itu, krn membalas dgn omongan yang pedes justru malah 'saling menyakiti'


Followers

 

:: Zalfa Az-Zahra :: | Copyright © 2011
Designed by Rinda's Templates | Picture by Wanpagu
Template by Blogger Platform